Menempuh (7) – Ruang Makna

Menempuh (7) Usai tanjakan pertama, jalan kembali landai. Namun, dia memutuskan untuk istirahat. Ia tepikan motornya di bawah pohon nangka. Hampir di halaman sebuah rumah semi permanen yang tidak terl…

Menempuh (6) – Ruang Makna

Menempuh (6) Dan betul saja ia tertinggal. Kini melenggang sendirian. Tampaknya ketrergesaannya kalah sarana. Atau  jangan-jangan pengendara yang lain sesungguhnya tidak sedang tergesa?Hanya kendaraan…

Menempuh (5) – Ruang Makna

Menempuh (5) Ia kini bagian dari balapan motor-motor Pengejar matahari. Tentu saja dibanding motor-motor baru dan matic, motornya agak terseok, tapi ia yakin akan sampai pertama jika itu menuju ibu. “…

Menempuh (4) – RUANG MAKNA

Menempuh (4) Matahari terbit. Ya, matahari terbit. Sesosok makhluk yang kerap dicemburuinya. Keikhlasan jenis apa yang dimiliki makhluk itu untuk konsisten menempuh? Tanyanya. Sementara itu, dirinya s…

Menempuh (3)

Menempuh (3) Akhirnya ia tersungkur juga. Di sajadah musola sepi sebuah pom bensin kepala berat itu diletakkan di atas gambar kakbah yang sudah pudar. Perjalanan di batok dunia itu berdesingan kadang …

Menempuh (1)

Menempuh Dia dan perjalanan itu sudah sangat dekat. Akrab, bahkan. Ya, perjalanan adalah sahabatnaya. Mungkin kali ini kau melihat dia semdirian, tapi sebenarnya dia sedang diperjalankan. Dipeluk perj…

Bambu Wulung

Copyright © 2016 Komunitas Bambu Wulung | web managed by PT. Rekacipta Teknologi Indonesia