Secangkir Do’a Pagi

Secangkir Do’a Pagi Ada yang menyeduh senyum Ada yang membuka jendela harap Ada yang menitip nyanyian pada beburung di dahan makrifat Oh, zikirzikir satir atas segala dosa yang kasat Ini aku san…

Pada sebuah Tepi

Pada sebuah Tepi Kaukah yang memandang cakrwala Atau yang dinanti jurang menganga? Berdirimu memerlukan cahaya Langkah itu pun menuntutmu piawai membaca tanda Tapi ada banyak bisikan di sana Termasuk …

Meraba Cuaca

Meraba Cuaca (Kita sudah sulit mengalami Panas di luar sana hanya ada pada imaji Coba tempel tanganmu di kaca jendela ini Coba lihat mimik muka dan guliran peluh para pejalan kaki Sejuk AC di bus ini …

Menghapus Jejak

Menghapus Jejak Sebenarnya kucatat jejak itu Jauh di dasar jiwa yang sesekali hadir menggelisahkan Sesungguhnya tercatat tapak itu Jauh di dasar makna dan sesekali muncul menenangkan Kata lupa hanya a…

Meja Perjamuan

Meja Perjamuan Aku merasa berada pada salah satu menu itu Sabar akan mengambilnya, tapi didahului oleh Nalar “Lapar itu solusinya cuma satu. Makan!” ujarnya semangat sambil menciduk Aku. (…

Menembus Gelap

Menembus Gelap Lampu kabut bus menembuskan pandangan pada setiap kelok yang akan dilewati Aku dan Sabar berdoa sambil sesekali melihat ke depan Dari kaca jendela takterlihat apaapa kecuali sesekali la…

Saat Becermin

Saat Becermin Aku tercenung saat melihat dirinya di kaca jendela itu Sosok serupa dirinya berbaur dengan segala di luar sana Semua yang jadi latar belakang bayangannya berlari mundur Keindahan, perist…

Sebelum Perjalanan

Sebelum Perjalanan Ada Aku duduk di halte senja Menunggu dijemput bus kesadaran Perbincangan Aku dengan Sabar mengisi beberapa menit tersisa “Aku akan temani kau sepanjang pencarian.” bisi…

Pusat

Pusat Ada debar yang pesat Pada 00 yang berlari sebagai detik serbalesat Titik mula adalah kau yang bangun dan likat Menunduk pada sedalam dalam do(s)a yang rekat 10/03/19, Oleh: M. Irfan Hidayatullah…

Bambu Wulung

Copyright © 2016 Komunitas Bambu Wulung | web managed by PT. Rekacipta Teknologi Indonesia