pukat

pukat pada pekat ia terjerat doa yang ditebar entah siapa menbekapnya likat tetestetes dosa tlah gelombang menggulung membebat ia adalah ikanikan yang…

Jerih

Jerih Takada tiktak jam di kamar itu Ia hanya menghitung degup jantungnya sendiri Helaembus napas adalah melodi Liriknya dinyanyikan baju dan celana d…

Didekap Kata

Didekap Kata Pada 00.00 ada suwung Sedetik mengeja ini jiwa Sekejap koma sebetik titik Direnggut-Mu segenap akuku Derwati, 26 Oktober 2018 Oleh: M. Ir…

Menempuh (7) – Ruang Makna

Menempuh (7) Usai tanjakan pertama, jalan kembali landai. Namun, dia memutuskan untuk istirahat. Ia tepikan motornya di bawah pohon nangka. Hampir di …

Menempuh (5) – Ruang Makna

Menempuh (5) Ia kini bagian dari balapan motor-motor Pengejar matahari. Tentu saja dibanding motor-motor baru dan matic, motornya agak terseok, tapi i…

Menempuh (2)

Menempuh (2) Semua sudah dikemasnya, termasuk kantuk itu. Tas ransel dah penuh, menggelembung, seperti akan meledak. Perjalanan membisikinya untuk tet…

Menempuh (1)

Menempuh Dia dan perjalanan itu sudah sangat dekat. Akrab, bahkan. Ya, perjalanan adalah sahabatnaya. Mungkin kali ini kau melihat dia semdirian, tapi…

Bambu Wulung

Copyright © 2016 Komunitas Bambu Wulung | web managed by PT. Rekacipta Teknologi Indonesia